Bimtek Jawa Banten Siapkan Generasi Muda Menuju FTBI 2026

Banten, 27—29 April 2026 — Upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah terus diperkuat. Kantor Bahasa Provinsi Banten sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Jawa Banten pada 27—29 April 2026 secara daring.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyambut Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 sekaligus menyiapkan generasi muda yang berdaya dalam menjaga bahasa dan sastra daerah.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dibekali tujuh materi utama dari para pakar dan praktisi, meliputi materi puisi, cerpen, pidato, komedi, dongeng, aksara, dan lagu daerah. Peserta bimtek diajak menulis puisi dan cerpen berbahasa Jawa Banten dengan menonjolkan kekayaan diksi lokal serta latar budaya yang autentik.

materi pidato dan komedi tunggal dipaparkan sebagai media ekspresi sekaligus sarana pelestarian bahasa daerah. Sementara itu, dongeng dan aksara Pegon diperkenalkan sebagai bagian penting dari warisan intelektual dan nilai moral masyarakat Banten.

Rangkaian bimtek ditutup dengan materi lagu daerah yang membahas sistem bunyi khas Jawa Banten, seperti slendro, laras religius, dan dolanan, serta teknik vokal yang sesuai dengan dialek lokal.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya revitalisasi bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Bahasa Jawa Banten dengan ciri khasnya, seperti penggunaan kata penegas “geh”, “mah”, dan “jing”, diharapkan tetap hidup dan relevan bagi generasi Z dan Alpha saat ini.

“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan, melainkan upaya kolektif menjaga identitas lokal,” ujar narasumber dalam sesi penutup.

Melalui kegiatan ini, para pengajar utama diharapkan mampu membimbing siswa secara optimal dalam FTBI 2026 sekaligus menjadi penggerak pelestarian bahasa ibu di lingkungan sekolah dan masyarakat.

RevitalisasiBahasaDaerah #JawaBanten #FTBI2026 #KantorBahasaBanten #BahasaIbu #BanggaBerbahasaDaerah

Scroll to Top