Festival Tunas Bahasa Ibu Sunda dan Jawa Provinsi Banten Resmi Dibuka: Generasi Muda Rayakan Warisan Bahasa dan Budaya

Pandeglang, 12 November 2025 — Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Banten tahun 2025 resmi dibuka di Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (12/11). Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa SD dan SMP dari berbagai daerah di Banten untuk menampilkan kecintaan mereka terhadap bahasa daerah, sekaligus memperkuat upaya pelindungan bahasa dan sastra daerah.

Pembukaan dihadiri oleh peserta, guru, pendamping, serta perwakilan dari dinas pendidikan kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Acara diawali sambutan Devyanti Asmalasari, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten yang menekankan pentingnya revitalisasi bahasa daerah melalui pendidikan dan kegiatan kreatif. Selanjutnya, Imam Budi Utomo, Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, memberikan arahan tentang kebijakan pelindungan bahasa dan sastra yang diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pelestarian bahasa ibu.

FTBI secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Bahasa Provinsi Banten yang telah memantik semangat pelestarian bahasa dan sastra daerah di berbagai wilayah Banten melalui program revitalisasi. Ia berharap kegiatan FTBI dapat terus berlanjut dan berkembang, menjadi ruang berkelanjutan bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus menjaga warisan sastra daerah agar tetap hidup dan relevan di masa depan.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan calung renteng yang difasilitasi oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Upaya Kantor Bahasa Provinsi Banten yang sejak 2021 mendokumentasikan kidung dan susualan calung renteng kini berbuah manis dengan ditetapkannya kesenian ini sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Susualan dan kidung yang menjadi repertoarnya kembali menggema di panggung FTBI, melalui mata lomba menyanyikan lagu daerah yang diikuti siswa jenjang SD dan SMP.

Scroll to Top