Perkuat Pembinaan Kebahasaan, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kunjungi Kantor Bahasa Provinsi Banten

Serang, 4 Mei 2026 — Kantor Bahasa Provinsi Banten menerima kunjungan kerja Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum., dalam rangka penguatan program pembinaan kebahasaan dan kesastraan di daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kebahasaan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan serta meningkatkan kinerja organisasi dalam menjalankan program pembinaan bahasa dan sastra di Provinsi Banten dan DKI Jakarta.

Dalam arahannya, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menekankan pentingnya membangun pendidikan bermutu melalui pembinaan bahasa yang berdampak langsung kepada masyarakat. Ia menyoroti peran strategis komunitas literasi sebagai mitra dalam memperluas jangkauan program, serta pentingnya menumbuhkan sikap bangga dalam berbahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia merupakan identitas sekaligus kekuatan bangsa. Oleh karena itu, selain bangga, masyarakat juga harus memiliki kemahiran dalam penggunaannya. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur kemampuan tersebut secara terstandar,” ujar Imam.

Disampaikan pula perkembangan regulasi terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Bahasa Indonesia yang diharapkan segera disahkan. Regulasi ini akan menjadi landasan dalam penguatan penggunaan bahasa Indonesia di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat juga menegaskan pentingnya implementasi budaya kerja ASRI dan RAMAH sebagai fondasi tata kelola kelembagaan yang profesional. Nilai-nilai tersebut mencakup Aman, Sehat, Resik, dan Indah, serta Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis. Selain itu, penerapan prinsip 5K —kekompakan, kerja sama, kreativitas, kesetiaan, dan komitmen—ditekankan sebagai faktor penentu keberhasilan organisasi.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan pimpinan, yang membahas berbagai hal teknis, termasuk pemanfaatan fasilitas serta layanan kebahasaan. Diskusi berlangsung dinamis sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat langkah strategis dalam pengembangan bahasa dan sastra Indonesia, khususnya di wilayah Banten dan DKI Jakarta, serta mendorong terciptanya masyarakat yang bangga dan mahir berbahasa Indonesia.

Scroll to Top