Kantor Bahasa Provinsi Banten kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar. Bertempat di Hotel Puri Kayana, Kantor Bahasa Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kemampuan Membaca Kritis Analitis bagi Siswa SMA di Kota Serang Tahap 2 pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa dari SMA Nururrohman Taktakan yang telah mengikuti kegiatan tahap pertama pada September lalu.
Kegiatan ini menghadirkan Rahmat Heldy HS, Duta Baca Provinsi Banten periode 2018—2025, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Rahmat Heldy memberikan beragam kiat dan strategi membaca kritis dan analitis yang dapat digunakan siswa dalam memahami informasi secara mendalam dan objektif, baik dalam konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Pria yang akrab dipanggil Kang Rahel ini menyampaikan bahwa kemampuan membaca kritis merupakan fondasi penting bagi generasi muda untuk memilah informasi, mengenali bias, dan membangun pemikiran yang logis. Ia menekankan bahwa keterampilan ini tidak hanya diperlukan dalam pembelajaran di sekolah, tetapi juga dalam menyikapi arus informasi digital yang semakin cepat.
“Membaca kritis bukan sekadar memahami teks, tetapi juga menganalisis, mempertanyakan, dan mengevaluasi informasi. Siswa harus mampu melihat sebuah isu dari berbagai sudut pandang sebelum mengambil kesimpulan,” ujarnya dalam sesi pemaparan.
Ketua Tim Pembinaan Bahasa dan Sastra Kantor Bahasa Provinsi Banten, Dody Kristianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada SMA Nururrohman Taktakan yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini. Dody menegaskan bahwa penguatan literasi, khususnya keterampilan membaca kritis, merupakan salah satu fokus program pembinaan bahasa dan sastra bagi pelajar di Banten.
