Lestarikan Budaya Lewat Tutur, Kepala Badan Bahasa Saksikan Final Festival Storytelling Cerita Rakyat “Suara Nusantara” di Provinsi Banten

Serang, 17 Mei 2026 – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, turut hadir dan menyaksikan langsung kemeriahan Final Festival Storytelling Cerita Rakyat “Suara Nusantara”. Acara yang berlangsung meriah ini digelar di Pendopo Gubernur Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Festival Storytelling Cerita Rakyat “Suara Nusantara” merupakan ajang selebrasi budaya yang mempertemukan para penutur muda, pelajar, dan pegiat literasi dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kekayaan cerita rakyat Indonesia melalui seni dongeng (storytelling), sekaligus menjadi media efektif dalam mengampanyekan pelestarian bahasa daerah di tengah gempuran era digital.

Gubernur Provinsi Banten, Andra Soni, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas tingginya antusiasme para peserta maupun penonton yang memadati Pendopo Gubernur. Melalui festival ini, kekayaan sejarah dan legenda lokal yang selama ini jarang terdengar kini dapat terangkat kembali ke permukaan.

“Selama ini kita mungkin hanya familiar dengan cerita Malin Kundang atau Timun Mas. Namun, melalui ajang ini, kita semua jadi tahu bahwa wilayah kita sendiri kaya akan legenda luar biasa, seperti sejarah Batu Kuwung, Nyi Plered, hingga asal-usul cerita Sukacai,” ungkap Gubernur Banten, Andra Soni, saat memberikan sambutan di sela-sela acara.

Karena melihat dampak positif dan besarnya potensi kegiatan ini, Andra Soni berencana untuk menjadikan Festival Storytelling Cerita Rakyat ini sebagai bagian dari agenda rutin pemerintah daerah. Untuk menindaklanjuti usulan dari Ketua DPRD Provinsi Banten, Pemprov Banten berencana memasukkan Festival Storytelling Cerita Rakyat versi lokal ini ke dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten di masa mendatang.

“Insyallah, atas usul Ketua DPRD, ke depan dalam pelaksanaan HUT Banten, Festival Storytelling Cerita Rakyat versi kita sendiri akan diselenggarakan. Jika kali ini kita belajar banyak dari konsep ‘Suara Nusantara’ yang digagas oleh Kak Cahaya, semoga ke depan kami diizinkan untuk meniru format sukses ini,” tambah Andra Soni. Banten sendiri menjadi lokasi kedua pelaksanaan festival nasional ini setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di DKI Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya festival ini di Provinsi Banten. Beliau menekankan bahwa cerita rakyat bukan sekadar dongeng, melainkan instrumen penting dalam membentuk karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami sangat bangga menyaksikan bagaimana cerita Nusantara, sebagai warisan budaya yang kaya akan makna, kembali dihidupkan. Kegiatan ini merupakan penguatan nyata terhadap sastra lisan di Banten agar nilai-nilai masa lalu dapat diwariskan dengan baik kepada generasi muda. Melalui cerita masa lalu, anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai positif di dalamnya. Ini adalah modal penting dalam mewujudkan generasi muda yang cerdas, unggul, dan berkarakter menuju Generasi Emas 2045,” ujar Hafidz Muksin, Kepala Badan Bahasa.

Ketua Panitia Suara Nusantara, Cahaya Manthovani, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari kegelisahan terhadap penurunan tingkat literasi anak-anak zaman sekarang yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai (handphone) dan media sosial.

“Motivasi kami adalah agar anak-anak kembali senang membaca, khususnya mengetahui sejarah dan cerita rakyat. Ke depan, kami ingin berkolaborasi lebih erat dengan Badan Bahasa serta Kemendikdasmen untuk mengumpulkan cerita rakyat dari berbagai daerah. Kami ingin cerita-cerita ini tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga secara nasional bahkan internasional—seperti diangkat menjadi film internasional,” ungkap Cahaya Manthovani yang juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemprov Banten dan Kemendikdasmen.

Apresiasi dan dukungan senada juga mengalir dari legislatif. Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan pentingnya ruang kreativitas berbasis budaya bagi pemuda lokal.

“Saya berharap anak-anak muda di Banten memiliki dan mampu menceritakan kembali cerita tentang Banten. Mari bersama-sama bergabung dengan Cerita Nusantara, menyongsong masa hari ini dan masa depan bersama Kak Cahaya,” pungkas Fahmi Hakim, Ketua DPRD Provinsi Banten.

Dengan adanya sinergi erat antara Badan Bahasa, Pemerintah Provinsi Banten, DPRD, serta Navaswara Bhuwana Kencana, festival ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk terus menggali, merawat, dan mengomunikasikan kekayaan sastra lisan Nusantara ke panggung yang lebih luas.

Scroll to Top