Kolaborasi Kantor Bahasa dan Terminal Pakupatan Hadirkan Program Literasi

Serang, 13 Maret 2026 — Kantor Bahasa Provinsi Banten bersama Terminal Pakupatan menandatangani pelaksanaan kerja sama untuk menghadirkan program literasi di ruang publik.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari menyampaikan bahwa kegiatan Mudik Asyik yang digelar di Terminal Pakupatan menjadi salah satu upaya menumbuhkan budaya baca sejak dini pada anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak lebih dekat dengan buku sekaligus memanfaatkan ruang publik sebagai tempat belajar yang menyenangkan.

Terminal Pakupatan tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang akan bepergian saat mudik maupun yang tinggal di sekitar lingkungan terminal. Berbagai kegiatan akan digelar, seperti mendongeng, membacakan buku cerita anak dwibahasa, dan sosialisasi rambu lalu lintas.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Pakupatan, Waluyo Dyanto, menyampaikan bahwa antusiasme anak-anak terhadap program ini sangat tinggi. Selain membaca buku cerita anak, mereka juga mengikuti sosialisasi rambu lalu lintas yang dikemas secara menarik dan edukatif.

Menurutnya, keberadaan terminal diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar terminal dan para penumpang. Pemanfaatan buku cerita anak dwibahasa terbitan Kantor Bahasa Provinsi Banten menjadi salah satu bentuk kontribusi agar fasilitas publik mampu menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.

Kantor Bahasa Provinsi Banten berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemanfaatan buku cerita anak dwibahasa agar dapat menjangkau lebih banyak anak. Dengan demikian, ruang publik seperti terminal dapat menjadi tempat yang ramah bagi kegiatan literasi serta penguatan budaya baca di tengah masyarakat.Kolaborasi Kantor Bahasa dan Terminal Pakupatan Hadirkan Program Literasi

Serang, 13 Maret 2026 — Kantor Bahasa Provinsi Banten bersama Terminal Pakupatan menandatangani pelaksanaan kerja sama untuk menghadirkan program literasi di ruang publik.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari menyampaikan bahwa kegiatan Mudik Asyik yang digelar di Terminal Pakupatan menjadi salah satu upaya menumbuhkan budaya baca sejak dini pada anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak lebih dekat dengan buku sekaligus memanfaatkan ruang publik sebagai tempat belajar yang menyenangkan.

Terminal Pakupatan tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang akan bepergian saat mudik atau yang tinggal di sekitar lingkungan terminal. Berbagai kegiatan akan digelar, seperti mendongeng, membacakan buku cerita anak dwibahasa, dan menyosialisasikan rambu lalu lintas.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Pakupatan, Waluyo Dyanto, menyampaikan bahwa antusiasme anak-anak terhadap program ini sangat tinggi. Selain membaca buku cerita anak, mereka juga mengikuti sosialisasi rambu lalu lintas yang dikemas secara menarik dan edukatif.

Menurutnya, keberadaan terminal diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar terminal dan para penumpang. Pemanfaatan buku cerita anak dwibahasa terbitan Kantor Bahasa Provinsi Banten menjadi salah satu bentuk kontribusi agar fasilitas publik mampu menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat.

Kantor Bahasa Provinsi Banten berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemanfaatan buku cerita anak dwibahasa agar dapat menjangkau lebih banyak anak. Dengan demikian, ruang publik seperti terminal dapat menjadi tempat yang ramah bagi kegiatan literasi serta penguatan budaya baca di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top