Kota Cilegon, 16 Maret 2026 — Kegiatan literasi bertajuk Mudik Asyik Baca Buku 2026 digelar di area Mall Sosoro, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur penyeberangan Merak–Bakauheni menuju Sumatra.
Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ruang publik sebagai sarana penguatan literasi. Para pemudik, khususnya keluarga yang membawa anak-anak, diajak memanfaatkan waktu menunggu keberangkatan kapal dengan kegiatan membaca buku dan berbagai aktivitas literasi lainnya.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Imam Budi Utomo, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan literasi serta pelestarian bahasa di tengah perkembangan era digital. Ia menyampaikan bahwa bahasa bukan hanya sekadar alat komunikasi, melainkan juga merupakan identitas bangsa yang harus terus dirawat dan dikembangkan.
Menurutnya, lembaga pendidikan dan instansi kebahasaan, termasuk Kantor Bahasa, memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pembinaan bahasa bagi generasi muda. Oleh karena itu, penyediaan akses bacaan yang berkualitas, baik dalam bentuk cetak maupun digital, perlu terus diperluas agar minat baca anak-anak dapat tumbuh sejak dini.
Ia juga mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan bahasa daerah melalui berbagai upaya revitalisasi agar tetap hidup dan berkembang di tengah dinamika zaman.
“Kita harus memastikan bahwa bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pemersatu, bahasa daerah tetap lestari sebagai akar budaya, dan penguasaan bahasa asing menjadi jendela dunia bagi putra-putri kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa Kota Cilegon sebagai wilayah yang memiliki pelabuhan penyeberangan strategis menjadi titik penting mobilitas masyarakat, khususnya pada masa arus mudik.
Menurutnya, kegiatan literasi di area pelabuhan merupakan langkah positif dalam memberikan aktivitas yang bermanfaat bagi para pemudik. Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini dapat membantu keluarga yang sedang melakukan perjalanan, terutama yang membawa anak-anak, agar dapat memanfaatkan waktu tunggu dengan kegiatan yang edukatif.
Ia juga menjelaskan bahwa pada pagi hari area tersebut masih lengang, tetapi pada siang hingga sore hari para pemudik mulai berdatangan serta memadati area Mall Sosoro sebagai titik awal keberangkatan menuju kapal feri.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat memperoleh informasi yang bermanfaat serta menjalani perjalanan dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya.
Kegiatan Mudik Asyik Baca Buku 2026 menjadi yang kali pertama diselenggarakan di kawasan pelabuhan di wilayah Banten. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk ekosistem literasi yang semakin kuat di ruang-ruang publik, termasuk pada area transportasi seperti pelabuhan.
Kolaborasi antara Kantor Bahasa Provinsi Banten, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menumbuhkan kembali budaya membaca sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya bahasa dan literasi bagi generasi masa depan.

