Jakarta, 6 Mei 2026 – Dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi berbahasa Indonesia di kalangan pelajar, kegiatan Koordinasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi Pelajar Se-DKI Jakarta telah dilaksanakan pada 5–6 Mei 2025 secara daring. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam persiapan pelaksanaan UKBI bagi pelajar di Provinsi DKI Jakarta.
Koordinasi dilaksanakan dalam tiga sesi yang melibatkan guru bahasa Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan. Koordinasi pertama menghadirkan guru bahasa Indonesia jenjang SMP dengan narasumber dari Kasi Kelembagaan dan Sumber Belajar Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Pada sesi kedua, guru bahasa Indonesia jenjang SMA mengikuti koordinasi dengan narasumber Ketua Subkelompok Kurikulum Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, koordinasi ketiga diperuntukkan bagi guru bahasa Indonesia jenjang SMK dengan menghadirkan Ketua Subkelompok Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta sebagai narasumber.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para guru terkait pelaksanaan UKBI, meningkatkan sinergi antara pemangku kepentingan pendidikan, serta mendorong optimalisasi pemetaan kemahiran berbahasa Indonesia bagi pelajar di DKI Jakarta. Selain itu, koordinasi ini juga menjadi wadah penyamaan persepsi mengenai teknis pelaksanaan, strategi pendampingan siswa, dan pentingnya UKBI sebagai instrumen penguatan literasi dan kompetensi berbahasa Indonesia.
Melalui kegiatan ini diharapkan tercapai beberapa capaian penting, antara lain meningkatnya kesiapan sekolah dalam mendukung pelaksanaan UKBI, tersusunnya langkah koordinatif antarguru dan pemangku kebijakan pendidikan, serta meningkatnya partisipasi pelajar dalam mengikuti UKBI secara terstruktur dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan koordinasi ini, pelaksanaan UKBI bagi pelajar di Provinsi DKI Jakarta direncanakan berlangsung pada Juli hingga September 2026. Pelaksanaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kemahiran berbahasa Indonesia pelajar sekaligus menjadi dasar penguatan program literasi dan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.

